5 Penyebab Penting Sampah Menggunung di TPS Depok dan Meluber ke Jalan

5 Penyebab Penting Sampah Menggunung di TPS Depok dan Meluber ke Jalan

trampolinesystems.com – 5 Penyebab Penting Sampah Menggunung di TPS Depok dan Meluber ke Jalan. Kota Depok lagi menghadapi masalah klasik yang sebenarnya sudah sering terjadi, tapi tetap saja bikin pusing dan membuat banyak orang geleng-geleng kepala: sampah menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS) sampai akhirnya meluber keluar dan mengganggu jalanan. Kondisi ini bukan cuma bikin bau tak sedap yang bisa mengganggu kenyamanan warga, dan juga merusak pemandangan, tapi dampaknya jauh lebih serius, karena bisa menghambat arus lalu lintas, meningkatkan risiko kecelakaan ringan, serta menimbulkan potensi masalah kesehatan.

5 Penyebab: Kepadatan Penduduk dan Volume Sampah

Depok termasuk kota yang padat, dan otomatis volume sampah tiap hari juga naik drastis. Banyak warga menghasilkan sampah organik dan non-organik yang langsung dibuang ke TPS lokal. TPS yang semula cukup untuk menampung sampah harian, kini sering kewalahan menghadapi lonjakan volume. Apalagi saat musim tertentu, misal liburan atau momen belanja besar, timbunan sampah bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Kalau kapasitas TPS tidak diimbangi dengan frekuensi pengangkutan lebih sering, jelas tumpukan sampah meluap ke jalan. Hal ini memicu keluhan warga dan kadang menimbulkan konflik antar lingkungan karena bau dan kotoran yang menyebar. Selain itu, kepadatan ini juga bikin pengelolaan sampah jadi lebih rumit. Petugas harus mengatur jadwal pengangkutan lebih rapi, tapi banyak area sulit dijangkau kendaraan besar.

Kurangnya Armada dan Jadwal Angkut

TPS yang penuh bukan cuma soal volume sampah, tapi juga soal kapasitas armada pengangkut. Beberapa wilayah Depok kekurangan truk sampah atau kendaraan pengangkut yang cukup cepat. Akibatnya, jadwal pengangkutan jadi terlambat dan TPS menumpuk lebih lama dari seharusnya. Bahkan, beberapa petugas harus menunda pengangkutan karena kendaraan rusak atau antrean TPS lain lebih prioritas.

Lihat Juga :  Hal Menarik Tentang Penanganan 111546 Butir Pil Koplo Polres Ponorogo

Transisi dari TPS penuh ke pengangkutan tertunda bikin sampah meluber ke jalan. Tidak jarang warga terpaksa menunggu beberapa hari sebelum tumpukan bisa diangkut, apalagi jika TPS berada di titik strategis yang ramai kendaraan. Kalau ditambah kondisi kendaraan yang kurang optimal dan rute yang padat, waktu tempuh jadi lebih lama. Efeknya, sampah di TPS semakin menumpuk dan membusuk, bikin aroma menyengat di sekitar.

Kurangnya Kesadaran Warga dalam Membuang Sampah

Selain masalah teknis, perilaku warga juga berpengaruh besar. Masih ada sebagian orang yang membuang sampah sembarangan, campur organik dan non-organik tanpa memilah, atau menaruh sampah di luar jam pengangkutan. Kebiasaan ini bikin TPS lebih cepat penuh. Bahkan ketika TPS tampak kosong pagi hari, tumpukan baru bisa muncul dalam beberapa jam karena warga menaruh sampah sebelum petugas datang. Transisi dari perilaku individu ke dampak kolektif sangat terlihat di jalanan.

Sekali satu warga membuang sembarangan, kemungkinan orang lain ikut melakukan hal yang sama meningkat. Hal ini memicu efek domino yang bikin sampah makin menumpuk. 5 Penyebab Kesadaran lingkungan yang rendah juga membuat edukasi dan peringatan dari petugas sulit membuahkan hasil maksimal. Beberapa kampanye misal larangan membuang sampah sembarangan atau program pilah sampah kadang tidak konsisten diterapkan.

Sistem Pengelolaan Sampah yang Belum Optimal

Struktur pengelolaan sampah di kota juga berperan. TPS seharusnya bagian dari sistem berantai yang memastikan sampah diangkut tepat waktu, diproses, dan diolah. 5 Penyebab Namun, di beberapa titik, sistem ini belum berjalan mulus. Koordinasi antar dinas, pengaturan rute, dan penjadwalan armada kadang terhambat birokrasi. Saat terjadi hambatan ini, TPS yang awalnya terkontrol bisa mendadak penuh dan meluber.

Lihat Juga :  15 Tahun Penjara Bagi Nanang Gimbal, Pembunuh Sandy Permana

Selain itu, fasilitas TPS yang terbatas membuat kapasitas penyimpanan tidak sesuai dengan kebutuhan aktual. Beberapa TPS bahkan hanya menampung sampah beberapa hari, sedangkan pengangkutan bisa tertunda lebih lama karena kendala operasional. Efeknya, sampah bukan cuma menumpuk, tapi juga mulai menumpang ke jalan dan mengganggu aktivitas warga. 5 Penyebab Sistem yang belum optimal ini menuntut evaluasi serius agar pengelolaan sampah lebih responsif.

5 Penyebab Penting Sampah Menggunung di TPS Depok dan Meluber ke Jalan

Cuaca dan Faktor Lingkungan

Cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan juga memperburuk situasi. Hujan deras bisa membuat sampah di TPS tercecer, terendam air, dan akhirnya meluber ke jalan. 5 Penyebab Angin kencang juga bisa menyebarkan plastik dan kertas ke area sekitarnya. Transisi dari faktor alam ke dampak nyata terlihat cepat. Sampah yang tadinya tertata rapi bisa menyebar dalam hitungan jam, mengganggu lalu lintas, dan memicu bau tidak sedap.

Selain itu, musim kemarau panjang juga memengaruhi pengelolaan sampah. TPS yang kering cenderung lebih cepat bau karena sampah organik membusuk, sehingga warga dan petugas harus cepat bertindak sebelum tumpukan semakin parah. Lingkungan sekitar TPS yang padat atau sempit membuat faktor cuaca lebih terasa. 5 Penyebab Sampah yang meluber lebih sulit dikendalikan, dan dampaknya langsung ke jalan dan area publik.

Kesimpulan

Sampah yang menumpuk dan meluber di TPS Depok muncul karena kombinasi beberapa faktor: kepadatan penduduk, armada terbatas, perilaku warga, sistem pengelolaan yang belum optimal, dan faktor cuaca. Kalau semua elemen ini tidak ditangani secara bersamaan, tumpukan sampah bukan cuma masalah estetika, tapi juga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan warga. 5 Penyebab Evaluasi sistem, edukasi warga, dan optimalisasi pengangkutan menjadi langkah penting agar TPS tetap bersih dan jalanan aman dari tumpukan sampah.